Islam Agama Cinta, Muhammad Nabi Cinta

Oleh: Darmawan

Ketua Progam Nuralwala: Pusat Kajian Akhlak dan Tasawuf

Agama cinta itu ialah ajaran, panutan, tuntunan yang mengajarkan cinta kasih kepada Allah sebagai Pencipta dan seluruh makhluk-Nya. Nabi bersabda, “Orang yang mampu menebarkan kasih sayang, Allah akan menyanyanginya, tebarkanlah kasih sayang terhadap penduduk bumi, maka penduduk langit akan menyanyangi mu”.

Apa yang bisa dijadikan pelajaran dari hadis di atas? Ya, kita akan mendapatkan pemahaman bahwa, Islam ialah agama rahmat bagi semesta alam. Agama Islam menyuruh agar umatnya untuk menebarkan kasih sayang kepada penduduk bumi. Lalu, siapa itu penduduk bumi? Syaikh Nawawi al-Bantani—maestro sufi Nusantara—dalam kitab Nashaih al-‘Ibad menjelaskan penduduk bumi yang dimaksud di dalam hadis di atas ialah mencakup manusia, hewan, tetumbuhan dan sebagainya”.

Merawat, menjaga, dan melindungi alam merupakan cara kita bersilaturahmi (menjalin cinta kasih) kepada alam, memberikan hak layak hidup kepada hewan pun seperti; tidak merusak habitat aslinya adalah bentuk dari cinta kasih kita kepada hewan dan alam. Sebagaimana Nabi ajarkan “Apabila kalian mengendarai binatang, berikanlah haknya, dan janganlah kalian menjadi setan-setan terhadapnya”. Inilah anjuran Nabi agar manusia itu bersahabat dengan alam.

Ajaran cinta kasih (rahmat) yang diajarkan oleh Islam tidak hanya berlaku pada makhluk bernyawa saja, melainkan menyentuh pada benda-benda ‘yang dianggap’ mati. Seperti, dengan penuh penghormatan Nabi memberikan nama dan sanjungan yang mulia pada benda-benda yang dimilikinya. Seperti pedangnya diberikan nama dzulfiqar, tongkatnya dinamai al-mamsyuk, cerminnya diberikan nama al-kuz, gelasnya diberi nama al-shadir dan lain sebagainya. Perbuatan Nabi tersebut mengajarkan kita semua agar menyikapi kepada siapa pun dan apa pun itu harus dengan penuh penghormatan dan kemuliaan, sehingga tercipta hubungan jalinan kasih sayang dan persahabatan antara kita dan yang di sekitar kita.    

Baca Juga:  Syirik

Lebih dasyat lagi, Al-Quran dengan tegas mengatakan anjuran menebarkan cinta kasih itu tidak hanya pada penduduk bumi, melainkan penduduk non bumi pun wajib mendapatkan rahmat. Sebagaimana firman-Nya “Aku tidak mengutus engkau Muhammad kecuali sebagai Rahmat bagi semesta alam” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 107). Pertanyaannya ialah apa itu alam? Di dalam kitab-kitab tafsir dijelaskan alam itu ialah apa pun selain Allah. Ini menunjukan bahwa rahmat Islam itu meliputi segala sesuatu, meliputi planet bumi beserta isinya, dan planet-planet lain serta galaksi-galaksi yang ada di semesta harus mendapatkan rahmat dari kita sebagai Muslim.

Untuk itu, sebagai Muslim kaffah, janganlah membatasi rahmat Islam ini hanya untuk golongan, kelompok, individu tertentu yang memiliki paham yang sama dengan kelompok kita. Tapi, tebarkan rahmat seluas mungkin, karena Rahmat Islam itu tidak terbatas. Mari, kita bergerak mulai dari diri sendiri tuk menebarkan cinta dan kasih kepada seluruh alam, tidak menebarkan kebencian, teror, hoaks, merusak tatanan alam yang membuat kesetabilan kehidupan terganggu. Bukankan Nabi pernah berujar, “Seorang Muslim itu ialah ia yang selalu memberikan rasa aman baik dengan tangan, lidah dan sebagainya”.

Di sini menunjukan bahwa konsep rahmat (kasing sayang) dalam Islam itu tidak hanya dikhususkan bagi manusia atau kelompok tertentu, akan tetapi tidak terbatas, semuanya baik benda hidup atau benda mati mempunyai hak untuk mendapatkan kasih sayang dan perlakuan yang terbaik. Inilah hakikat Islam “Cinta adalah asas-ku”, begitu sabda Nabi. Dalam riwayat lain Nabi pernah berujar, “Wahai manusia, sesungguhnya aku (Muhammad saw.) hanyalah kasih sayang yang dihadiahkan“. “…Serulah Allah atau seruhlah (Dia dengan nama) Ar-Rahman (Sang Maha Cinta)…” kata Allah mensifatkan diri-Nya di dalam Al-Quran surat Al-Isra’ [17]: 107). “Kasih-Ku mendominasi murka-Ku” (Al-Hadis). Lalu, pantaskah kita mengaku sebagai Muslim berperangai selain cinta, padahal Allah Maha Cinta, Islam Agama Cinta dan Muhammad Nabi Cinta?

Baca Juga:  PASCAL WAGER

 


Nuralwala.id Portal ini, dan berbagai akun media sosial Nuralwala lainnya, berada di bawah naungan Yayasan Nuralwala--sebuah yayasan Islam yang sepenuhnya bersifat non-profit. Untuk kelangsungan program-programnya, saat ini Nuralwala mengandalkan donasi perorangan yang amat terbatas. Jika Anda ingin berkontribusi dalam kelangsungan dan pengembangan kegiatan yayasan ini, Nuralwala menerima infak terbaik Anda dengan donasi ke:


BANK BRI SYARIAH : 1013807759 An. Azam Bahtiar