Angka Tujuh Angka Istimewa Bagi Agama, Tradisi dan Kepercayaan

Al-Qur’an dalam surah Al-Hijr ayat 87, memberi julukan  surah Al-Fatihah sebagai Al-Sab’ min Al-Matsani (tujuh ayat yang diulang ulang), karena sering diulang beberapa kali sehari, minimal dalam setiap shalat.

Kita tidak tahu pasti mengapa angka tujuh merupakan angka istimewa yang disukai Allah swt? Yang pasti, bahwa dalam Al Quran dan tradisi Islam secara tersurat maupun tersirat angka tujuh sering mendapat keistimewaan. Secara tersurat, banyak sekali ayat Al-Qur’an yang mengistimewakan angka tujuh, antara lain: “Allah Yang menciptakan tujuh langit dan (menciptakan pula) bumi seperti mereka (seperti langit yang tujuh itu)” (QS. Ath-Thalaq [65]: 12).

Dalam Al-Qur’an samudera juga berlapis tujuh (Baca: QS. Luqman [31]: 27), bahkan neraka juga memiliki tujuh pintu (Baca: QS. Al-Hijr [15]: 44). Al-Qur’an mengisahkan tentang mimpi Raja Mesir berupa tujuh sapi gemuk yang dimakan oleh tujuh sapi yang kurus’. Lalu, ditakwilkan oleh Nabi Yusuf bahwa akan datang ‘tujuh tahun masa panen yang diikuti tujuh tahun masa paceklik’ (Baca: QS. Yusuf [12]: 43-48). Perumpamaan sedekah di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir berisi seratus biji—menggambarkan pahala sedekah yang tak terhingga (7 x 100 x 7 x 100 x 7 dst)—(Baca: QS. Al-Baqarah [2]: 261)

Secara tersirat juga banyak sekali keistimewaan angka tujuh, antara lain: Kun Fayakun, ucapan Allah saat berkehendak mencipta terdiri dari 7 huruf yaitu kaf, nun, fa, ya, kaf, wau, dan nun (Lihat: QS. Al-Baqarah [2]: 117).

Kita tahu, ayat pertama dari wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad berbunyi iqra’ bismi rabbikalladzî khalaq (Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan) juga terdiri dari 7 kata: iqra’ (bacalah), bi (dengan), ismi (nama), rabb (Tuhan), ka (mu), alladzî (yang), khalaq (menciptakan).

Baca Juga:  Pandangan Muhammad Iqbal Tentang Arti dan Tujuan Hidup

Di dalam hadis juga Rasul pernah bersabda: “Al-Qur’an ini diturunkan atas  tujuh huruf” (HR. Imam Bukhârî).

Ibadah yang berkaitan dengan angka tujuh, yaitu thawaf mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali, Sa’i berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwa juga dilakukan tujuh kali. Di Mina, jama’ah haji melempar tiga jamarat yang merupakan lambang setan dan masing-masing dengan tujuh kerikil. Saat kita sujud maka ada tujuh anggota badan yang wajib menyentuh bumi (jidat, dua telapak tangan, dua lutut dan dua jempol kali).

Dalam tasawuf perjalanan menuju Tuhan tidaklah mudah… harus melampui rintangan besar … yaitu tujuh lembah kasal, tujuh gunung riya’,  tujuh rimba sum’ah, tujuh samudera ujub, tujuh benteng hajbun. 

Secara spiritual juga ada tujuh tahap usia manusia yakni; radhi, fathim, shabiy, ghulam, syabb, kuhl, dan syaikh yang berkaitan dengan tujuh nafsu manusia, yakni musawwilah, hayawaniyah, ammarah, lwwammah, mulhamah, muthma’inah, dan wahidah. Dalam tasawuf juga dikenal pencapaian martabat (maqam) spiritual sebanyak tujuh tingkat.

Banyak yang meyakini bahwa siklus kehidupan itu terjadi setiap fase tujuh tahunan mulai dari lahir, mencapai dewasa pada umur 21 tahun (dibagi menjadi 1-7, 8-14, 15-21 tahun) kita selalu melihat ke dalam diri kita. Lalu, sampai 49 (dibagi menjadi 22-28, 29-35, 36-42, 43-49 tahun) kita melihat apa yang ada di luar kita, dan mengembangkan diri mencapai maksimal. Kemudian kita pun siap memasuki fase baru, fase vertikal di mana jabatan, harta, hawa nafsu duniawi  sudah tidak lagi bermakna banyak, dimulai umur 50 tahun hingga akhir hayat, kita seyogyanya menyeimbangan diri dan menjalani kehidupan kita dengan kearifan yang lebih baik.

Fakta sejarah juga membuktikan angka tujuh sudah diistimewakan sejak ribuan tahun yang lalu, sebelum Islam. Di China dalam ajaran Khong Hu Cu angka tujuh dihubungkan dengan kehidupan gadis, di mana gadis mulai muncul gigi susu pada usia 7 bulan dan tanggal pada usia 7 tahun dalam 2 x 7 tahun, roda yin membuka ketika ia mencapai masa puber, dan pada 7 x 7 = 49 tahun datanglah menopause

Baca Juga:  Ketika Tuhan Menurunkan Martabat-Nya

Bangsa Maya di Amerika Latin juga percaya pada tujuh lapis langit dan menganggap tujuh sebagai angka penjuru mata angin. Dalam agama Yahudi hari ke tujuh (sabat) menjadi hari libur suci, sehinga disakralkan. Dalam kitab Perjanjian Lama penuh angka tujuh; tujuh tahun langkah menuju kuil sulaiman berhubungan dengan tujuh cerita tentang kuil Babilonia. Merpati Nuh menghilang selama tujuh hari, dan tanda-tanda datangnya muncul selama tujuh hari. Sungai Eufrat terbagi menjadi tujuh aliran.

Sejarahwan Mesir al-Maqrizi mengatakan bahwa orang Nasrani di Mesir (Koptik) merayakan tujuh pesta besar dan tujuh pesta kecil di gereja mereka. Dalam musik renaisans terdapat sejumlah lagu dengan tujuh suara, yang biasanya dipersembahkan kepada Perawan Maria.

Angka tujuh adalah angka penting di Kitab Weda dalam agama Hindu. Berkaitan dengan Agni, Dewa Api yang memiliki tujuh istri, Dewa Matahari mempunyai tujuh kuda penarik kereta di langit.

Dalam kepercayaan Budha (Sidharta Gautama) yang baru lahir diyakini oleh pengikutnya, ketika lahir langsung menapak tujuh langkah. Ia mencari pencerahan selama tujuh tahun dan mengitari pohon Bodhi selama tujuh kali sebelum duduk bermeditasi di bawahnya.  

Tradisi di Indonesia yang sebagian dipengaruhi oleh Islam, ada ‘tujuh bulanan’ (Mitoni), pitulungan, tahlilan hari ke tujuh, mandi tujuh kembang dsb.

Mengapa jumlah hari ada tujuh? Mengapa cahaya putih terdiri dari tujuh warna (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu)? Demikian banyaknya keistimewan angka tujuh:

Ada 2 pendapat yang agak berbeda di antara ahli tafsir tentang hal ini: Pertama, penafsiran  yang cenderung menafsirkan Al-Qur’an secara rasional, seperti Muhammad Asad dalam ‘The Message of the Quran’ menganggap angka tujuh lebih kepada simbolisme saja. Allah ingin menunjukkan sesuatu yang istemewa, mungkin dalam jumlah yang besar, mungkin dalam hal urgensi dan kepentingannya.

Baca Juga:  PERTAMA KALI TERJAGA TENTANG KESATUAN TRANSENDENTAL AGAMA-AGAMA (BAGIAN 2)

Kedua, penafsiran yang lebih spiritual, menganggap angka tujuh memang angka keramat yang disenangi Allah, sehingga mengilhami berbagai tradisi, upacara, dan kepetcayaan yang sangat spiritual berkenaan dengan tujuh. Hanya Allah yang mengetahui semua rahasia ini.

1 Shares:
You May Also Like
Read More

Sakit sebagai Karunia

Oleh: Haidar Bagir Pengasuh Nuralwala: Pusat Kajian Akhlak dan Tasawuf Berbicara soal kesehatan, seseorang baru merasakan nilainya sehat…