Menghayati Tujuan Pendidikan Karakter di Abad ke-21

Judul Buku                   : Pendidikan Karakter Anak Sesuai Pembelajaran Abad ke 21

Pengarang Buku           : Dr. Otib Satibi Hidayat, M.Pd.

Penerbit                       : Edura-UNJ

Kota Terbit                  : Jakarta

Tebal Buku                  : i-xiv 1-154

Cetakan                        : ke-1, 2020

 “Adab lebih diunggulkan atas ilmu”, begitulah kira-kira pepatah yang sudah tersebar luas di antara kita semua. Pepatah singkat itu seharusnya diterapkan di setiap benak manusia, untuk mengingatkan para penuntut ilmu agar jangan sekali-sekali meninggalkan adab. Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jailani mengatakan, “Aku lebih menghargai orang yang beradab, dari pada orang yang berilmu, karena kalau hanya berilmu, iblis pun lebih tinggi ilmunya dari pada manusia. Dahulukan akhlak dari pada ilmu. Setinggi apapun ilmu seseorang, tetapi jika ia menjadikan akhlak lebih rendah dari pada ilmu, maka sungguh tidak berharga ilmu tersebut”.

Sekarang kita berada di abad ke-21 yaitu abad yang terbuka atau abad globalisasi, artinya kehidupan manusia mengalami perubahan-perubahan fundamental dari abad-abad sebelumnya. Abad ke-21 ini ditandai dengan berkembangnya teknologi yang begitu pesat. Kemajuan teknologi tidak dapat dipungkiri dan telah memasuki ke berbagai sendi kehidupan. Tidak terkecuali di bidang pendidikan. Lalu, bagaimana dengan perkembangan pendidikan pada abad ke-21 di Indonesia?

Kita tidak dapat memungkiri bahwa banyak tokoh yang mengembangkan pemikirannya guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebab fakta di lapangan memang demikian, model pendidikan yang masih banyak digunakan guru adalah model pendidikan abad ke-20, padahal anak yang dididik meraka hidup di abad ke-21. Untuk itu diperlukan pemikiran yang progresif supaya dapat menyesusaikan model pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di abad ke-21.

Buku Pendidikan Karakter Anak Sesuai Pembelajaran Abad ke-21 karya Otib Satibi Hidayat—yang segera akan kita review—ini kiranya memberikan jawaban terhadap perubahan yang tengah dihadapi dunia pendidikan Indoneisa. Buku ini terbagi ke dalam tiga bagian. Pada bab I pembaca diarahkan kepada pemahaman mengenai seluk-beluk moral, karakter, dan tantangannya pada abad ke-21. Pada bab II pembaca disajikan dengan teori-teori yang memberikan petunjuk berupa strategi, pendekatan, dan metode pengembangan karakter anak pada abad ke-21. Selain memaparkan teori, di bab III kita dipandu untuk pengimplementasian pada pengembangan karakter anak baik di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Baca Juga:  Pancasila dalam Dimensi Praxis: Menyelami Samudera Kebajikan

Membaca buku ini, pembaca akan dibuat sadar akan pentingnya karakter terutama dalam dunia pendidikan. Berbicara mengenai hakikat moralitas dan karakter anak menjadi menarik yang dapat ditemukan di bagian awal buku ini yaitu berupa topik peluang dan tantangan moral pada abad ke-21. Di bagian awal buku ini juga kita dibekali mengenai pentingnya membekali anak dalam menghadapi tantangan abad ke -21 yang bertumpu pada teknologi itu perlu disandingkan dengan kecerdasan moral, sehingga memunculkan kearifan teknologi, kearifan digital dalam kehidupan.

Dalam menanggapi bagian awal buku ini saya sedikit mengafimasi dan ingin memberikan jawaban saya terkait penegakkan karakter dalam pendidikan yang merupakan konsekuensi logis dari tugas profetik. Semua Nabi melakukan perubahan-perubahan (reformasi), bahkan para Nabi menjadi pelaku utama dalam mereformasi bangsa-bangsa yang ada di dunia. Oleh karena itu penegakkan karakter dalam dunia pendidikan di abad ke-21 ini menjadi bagian dari tugas profetik yang inheren.

Selanjutnya, bagian kedua buku ini kita akan disajikan terkait bagaimana metode dan pendekatan yang komprehensif mengenai pendidikan karakter anak yang sesuai dengan pembelajaran abad ke-21. Setidaknya buku ini memberikan jawaban atas strategi yang perlu diterapkan dalam menegakkan pendidikan karakter. Semua strategi tersebut dapat dirangkum ke dalam beberapa istilah berikut yaitu: planing, organizing, actuating, dan controlling. Sedangkan model pembelajarannya dapat dipraktekkan dengan: pembiasaan, keteladanan, pembiasaan disiplin peserta didik, contextual teaching learning, bermain peran, dan pembelajaran partisipatif. Data-data yang dicantukam dalam buku ini dapat menambah wawasan kita secara aktual dan kontekstual. Metode-metode yang digunakan juga sudah mengikuti perkembangan zaman, namun tidak meninggalkan metode-metode lama yang sudah berhasil dilakukan.

Setelah melalui kedua bagian di atas, selanjutnya kita akan dipandu ke arah bagaimana strategi dan metode di atas diimplementasikan sebagai pengembangan moral yang merupakan penyempurna dan bagian akhir dari buku ini. Dalam memaparkan pengimplementasian pendidikan karakter, penulis menjelaskannya dengan sangat detail bahwa implementasi pendidikan moral dan karakter tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga, sekolah dan masyarakat, ia membahasnya secara aktual dan kontekstual.

Baca Juga:  Mutu Guru dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam

Selanjutnya dalam pengimplementasian pendidikan moral dan karakter, penulis menekankan  akan kesadaran masyarakat secara luas untuk saling bahu-membahu menggalang kekuatan, mencurahkan perhatian, dan totalitas dalam membangun karakter anak Indonesia dengan tepat, dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak didik. Kemudian penulis juga menekankan bahwa pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan pengetahuan tentang baik dan buruk, benar dan salah, akan tetapi karakter harus tumbuh, berkembang, dan terpelihara dengan baik dalam kepribadian setiap manusia, tentunya memerlukan proses yang panjang untuk mewujudkannya dan memerlukan partisipan yang memiliki kepedulian serta komitmen. Sekolah, keluarga, masyarakat, ditambah dengan kebijakan pemerintah dalam membangun karakter bangsa adalah suatu pilar yang seharusnya bersatu, kompak, memiliki komitmen tinggi, dan konsisten mempedulikan pembangunan karakter anak bangsa.

Mengenai pendidikan moral dan karakter di abad ke-21, saya memberikan beberapa hal yang perlu menjadi catatan penting, antara lain: tugas utama keluarga sebagai benteng utama anak dalam membina karakter, guru sebagai perencana pembelajaran, serta penerapan pola pendekatan, dan model pembelajaran yang bervariasi, serta integrasi teknologi.

Buku Pendidikan Karakter Anak Sesuai Pembelajaran Abad ke-21 karya Otib Satibi Hidayat ini menurut saya perlu bahkan harus dibaca oleh semua orang sebagai acuan dalam menerapkan pendidikan karakter di Abad-21, terutama bagi para pelajar, guru, orang tua, dan kalangan umum. Pembahasan yang ada di dalam buku ini sangat detail, aktual, dan kontekstual. Di samping itu, yang perlu menjadi catatan penting adalah bahwa karakter selalu memiliki karakteristik yang menyesuaikan dengan zamannya.

1 Shares:
You May Also Like