TERBARU! Terjemah Matsnawi Rumi

MATSNAWI MAKNAWI MAULANA JALALUDDIN RUMI

Oleh: Rae Wellmina

Judul Buku                   : Matsnawi Maknawi, Kitab 1 Bait 1-2011

Penulis                         : Jalaluddin Rumi

Penerjemah                 : Muhammad Nur Jabir

Penerbit                       : Rumi Press

Ketebalan Buku          : 284 halaman

Tahun Penerbitan      : 2020

Betapa sempitnya hidup, jika kita hanya bersandar pada pengalaman diri sendiri. Dan dalam kaitan dunia pemikiran, betapa sempitnya gagasan jika hanya bersandar pada karya negeri sendiri. Oleh sebab itu, penerjemahan karya intelektual mutlak dilakukan. Penerjemahan dari khazanah keilmuan bangsa lain, adalah langkah kecil memperkaya gagasan dan pemikiran bangsa sendiri. Renaisance di Barat, jika dilacak memiliki kaitan erat dengan gencarnya penerjemahan karya-karya klasik, pada masa sebelumnya.

Terkait penerjemahan master piece Maulana Jalaluddin Rumi yaitu kitab Matsnawi Maknawi, publik tanah air selama ini bisa mengkases terjemahan dari Prof Dr Abdul Hadi WM. Terjemahan Prof Abdul Hadi WM, merujuk kepada Matsnawi terjemahan RA Nicholson, edisi bahasa Inggris. Dan terjemahan Prof Abdul Hadi WM tersebut juga belum utuh, baru sekitar separuh buku dialih-bahasakan ke dalam bahasa Indonesia.

Kita perlu mengapresiasi setiap upaya penerjemahan, karena hal tersebut merupakan langkah kecil untuk memperkaya khazanah intelektual dan spiritual zaman. Namun hasil penerjemahan tidak boleh membuat kita berpuas diri dan berhenti. If better is possible good is never enough. Terjemahan bandingan perlu diupayakan. Hal ini sebagai wacana sanding. Sehingga terjadi dialektika pemikiran. Ada dialog yang produktif. Sehingga tercipta langkah untuk lebih mendekati maksud teks itu sendiri secara lebih maksimal.

Alhamdulillah, Puji Tuhan, berkat doa teman-teman semua. Untuk pertama kalinya kitab Matsnawi Maknawi berhasil disajikan ke publik tanah air dengan merujuk langsung ke kitab Matsnawi yang berbahasa Persia. Bahasa yang digunakan Maulana Rumi untuk menggubah Matsnawi. Besar harapan kami, terjemahan dengan merujuk bahasa asli Maulana Rumi, akan lebih mendekatkan makna asli yang dikandung teks itu sendiri.

Baca Juga:  Ramadan: Madrasah Spiritual Orang-Orang Beriman (Bagian 3)

Buku ini, merupakan terjemahan kitab Matsnawi Maknawi jilid 1. Sebagaimana kita ketahui, Matsnawi terdiri dari 6 jilid. Dan terjemahan ini, masih merupakan bagian pertama (Bait 1 – 2011). Yang rencananya akan kami terbitkan menjadi dua bagian dalam bahasa Indonesia. Jadi jilid 1 Matsnawi akan terbit dalam 2 bagian Bahasa Indonesia.

Ada beberapa kelebihan buku Matsnawi terjemahan Muhammad Nur Jabir, Direktur Rumi Institute Jakarta. Pertama, adalah merujuk kepada bahasa Persia, seperti tadi telah uraikan di atas. Kedua, penerjemahan dilakukan secara runut dan tertib sejak bait pertama. Hal ini penting, karena selama ini banyak penerjemah yang memilih secara acak, hanya menerjemahkan bait-bait syair tertentu saja. Meski demikian kami tetap menghargai metode yang dipilih penerjemah lain. Ketiga, terjemahan ini dilengkapi penomoran bait syair. Sehingga memudahkan peneliti selanjutnya untuk melakukan cross check ke sumber asli. Penomoran model begini, sependek yang kami telusuri, dalam edisi bahasa Indonesia, baru kali ini dilakukan oleh direktur Rumi Institute Jakarta. Keempat, harga buku ini sangat terjangkau untuk ukuran sebuah buku ekslusive hard cover berjaket. Kelima, Bahasa terjemahan dikemas dengan renyah dan mengalir. Setidaknya ini subjektif menurut saya sebagai pembaca beberapa hasil terjemahan Matasnawi Maknawi Maulana Rumi.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, penerjemah tidak mendaku karya ini sebagai karya yang paling sempurna. Sebaliknya masukan dan kritik, bagi kami sangat terbuka jika memang ada. Dan harapan kami, upaya penerjemahan ini dapat men-trigger teman-teman untuk melakukan penerjemahan karya Maulana Rumi dengan lebih baik lagi. Sehingga publik tanah air dapat semakin meriah dalam menghidupkan khazanah pemikiran Maulana Jalaluddin Rumi.

Tulisan ini diambil dari, dan sudah pernah dimuat sebelumnya di, sini

Baca Juga:  Konteks Mutakhir Peringatan Asyura

Untuk pembelian, silahkan kontak penulis berikut

0 Shares:
You May Also Like