Syarah Syair Qad Kafani 1: Keutamaan dan Manfaatnya

Oleh: Habib Husin Nabil Assegaf

Pengajar Nuralwala dan Pengasuh Majelis Rebo Malem

Kebanyakan para sufi ketika mengungkapkan rasa rindunya kepada Allah, mengekspresikan kesadaran akan kefakiran dirinya di hadapan Allah, serta beragam pengalaman spiritual saat bersama-Nya, seringkali mereka meluapkannya dengan media syair-syair dan metafor yang sarat akan makna. Jalaluddin Rumi adalah salah satu contoh maestro sufi yang kita saksikan semua ajarannya terangkum dalam puisi-puisi yang menghaluskan jiwa.

Begitu pula dengan Imam Abdullah al-Haddad, ia memiliki banyak syair-syair mistik yang telah terhimpun dengan rapi dalam sebuah kitab yang berjudul Diwan al-Imam al-Haddad: al-Durru al-Mandhum Lidawi al-‘Uqul wa al-Fuhumi. Di dalam kitab tersebut Imam al-Haddad akan menyapa pembaca dengan memaparkan beragam rahasia-rahasia ilmu Allah yang berkaitan dengan tauhid, akhlak, sejarah nabi, kemuliaan nabi, peta untuk menjalani hidup dengan baik dan benar, tips mereguk kebahagian, serta tahapan-tahapan dalam mendekatkan diri kepada-Nya.

Di antara syairnya yang sering didengar dan dilantunkan di bumi Nusantara ialah syair Qad Kafani. Di dalam kitab al-Durru al-Mandhum disebutkan bahwa syair itu ditulis oleh Imam al-Haddad pada saat ia memiliki hajat kepada Allah swt. Saat itulah ia menuliskan syair Qad Kafani dan membacanya beberapa waktu sampai semua hajatnya terkabul.

Suatu hari syair Qad Kafani dibacakan di hadapan para ulama, dan mendapatkan respon yang positif hingga mereka berkata, “Siapa yang memiliki hajat hendaklah ia membaca syair Qad Kafani, kemudian seraya memohon kepada Allah terkait semua hajatnya, maka Allah akan mengabulkan semua keperluan dan hajatnya”.

Tentu saja membaca syair tersebut harus dengan hati yang penuh dengan keyakinan dan prasangka baik kepada Allah swt. bahwa Ia akan mengabulkan doa setiap hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya. “…Berdoalah (dan beribadahlah) kepada-Ku, pasti Aku akan perkenankan bagi kamu (apa yang kamu harapkan)” (QS. Ghafir 40: 60)

Baca Juga:  Agama dan Sains di Tengah Wabah

Allah swt. menginginkan kita untuk bersungguh-sunggu saat berdoa  di hadapan-Nya. Untuk itu jika ada seorang yang menunjukan kepada kita sarana agar doa kita dikabulkan, dan kita menjalankan dengan sungguh-sungguh petunjuk tersebut, maka itu bagian dari kesungguhan kita meminta kepada Allah. Karena kita telah bersungguh-sungguh dalam meminta, lebih-lebih yang kita baca ialah doa-doa yang pernah dibaca oleh Nabi, para sahabat, ahl bait Nabi, dan doa-doa yang biasa diamalkan oleh para ulama dan para wali Allah swt. yang memiliki kedekatan dengan-Nya. Dan doa-doa mereka itu doa yang dikenal oleh penduduk langit, sehingga melalui doa-doa mereka kita berharap semua hajat kita akan dikabulkan.

Diceritakan dalam sebuah riwayat, “Seseorang datang ke Imam al-Haddad, kemudian dia terlintas di dalam hatinya agar Imam al-Haddad memberikan amalan berupa doa yang berguna untuk dirinya dan dibaca pada saat keadaan darurat, kemudian Imam al-Haddad memberikan doa berupa syair Qad Kafani agar dijadikan pegangan dan wirid untuk dirinya”.

Riwayat lain menyebutkan, qasidah Qad Kafani pernah dibacakan di hadapan Syaikh al-Fadhil Abd Rahman bin Abi Qasim al-Khilli —Sahibul Hudaidah— Ketika dibacakan syair ini, ia mendengarkan dengan sesama, kemudian berkata, “Sesungguhnya Imam al-Haddad adalah pemimpin para wali di zamannya”. Kemudian Syaikh Fadil ditanya, mengapa engkau bisa mengatakan demikian? Dijawab, “Isi syair yang dibacakan di hadapanku, menunjukkan bahwa pengarangnya memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah, dan Imam al-Haddad adalah pemimpin para wali di masa itu”.

Al-‘Alamah al-Habib Hamid bin Umar bin Hamid, mengatakan, “Barang siapa yang memiliki hajat—saya sendiri pernah melakukannya—hendaklah bangun di malam hari sebelum terbit fajar, lalu berwudhu, dan shalat dua rakaat, setelah itu membaca syair ini, kemudian ketika sampai pada bait

Baca Juga:  Tasawuf sebagai Jawaban dari Keresahan Alam Pikir Milenial

حَاجَةً فِي النَّفْسِ يَا ربّ فَاقْضِهَا يا خَيْرَ قَاضِي

Berhenti sejenak, sebutkan semua hajatnya kepada Allah, setelah itu lanjutkan syair ini sampai selesai. Maka dengan sarana syair ini Allah swt. akan mengabulkan semua doa-doanya dan memenuhi hajatnya dengan sempurna.”

Semoga dengan mengamalkan doa-doa yang diajarkan oleh Imam al-Haddad kita semua diberikan petunjuk dan bimbingan untuk mengarungi lautan kehidupan.

Keterangan: Tulisan ini berasal dari pengembangan hasil transkip video serial kajian Part-1 Syarah Syair Qad Kafani: Keutamaan dan Manfaatnya yang disampaikan oleh Habib Husin Nabil di kanal Youtube Nuralwala. (Nuralwala/DA)


Nuralwala.id Portal ini, dan berbagai akun media sosial Nuralwala lainnya, berada di bawah naungan Yayasan Nuralwala--sebuah yayasan Islam yang sepenuhnya bersifat non-profit. Untuk kelangsungan program-programnya, saat ini Nuralwala mengandalkan donasi perorangan yang amat terbatas. Jika Anda ingin berkontribusi dalam kelangsungan dan pengembangan kegiatan yayasan ini, Nuralwala menerima infak terbaik Anda dengan donasi ke:


BANK BRI SYARIAH : 1013807759 An. Azam Bahtiar