Mengenal Kitab Ihya’ ‘Ulumiddin 

  1. Ditulis oleh Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad Ibn Ahmad Al-Ghazali (1058-1111 M). Imam al-Ghazali lahir di kota Thus, Iran, tahun 1058–1111 M. Ia adalah seorang ulama, filsuf, sufi, dan teolog berpengaruh dalam dunia Islam. Karya-karyanya sangat melimpa dan merasuk ke benak dan melekat di sanubari pembacanya.
  2. Kitab Ihya’ ditulis pada saat Al-Ghazali berada di puncak kematangan intelektualnya.
  3. Dalam kitab ini, Al-Ghazali menekankan ritus syariat yang basah dengan spirit moral dan etika. Ini ditujukan untuk meyakinkan bahwa antara hakikat dan syariat itu tidak bertentangan.
  4. Secara garis besar kitab ini mengurai 4 pokok bahasan. Masing-masing dirinci dalam sepuluh kitab dengan puluhan bab dan bayan untuk setiap kitabnya:
  1. Rub’u al-Ibadah, ibadah: ilmu dasar-dasar akidah, thaharah, salat, zakat, puasa, dan haji.
  2. Rub’u al-‘Adah, etika: makan minum, pernikahan, mencari nafkah, dan etika sosial.
  3. Rub’u al-Muhlikah, hal-hal yang merusak jiwa: kondisi jiwa, riyadhah, dampak syahwat, iri hati, dan cinta berlebihan terhadap dunia.
  4. Rub’u al-Munjiyah, hal-hal yang menyelamatkan: tobat, sabar, syukur, tauhid, tawakal, mahabbah, dan rida.
Baca Juga:  Jejak Sufi Perempuan (2): Fatimah al-Naisaburiyyah, Guru Dzun Nun al-Misri
0 Shares:
You May Also Like