ARTIKEL

Mengenal Risalah Adab Suluk al-Murid: Kitab Panduan Praktis Pejalan Spiritual ala Imam al-Haddad

Penulis

admin
Juli 27, 2022
1 menit membaca
  1. Ditulis oleh Imam ‘Abdullah bin ‘Alwi al-Haddad. Beliau lahir di Tarim, Hadramaut pada malam Kamis bulan Safar tahun 1044 H dan wafat pada hari Selasa tanggal 7 Dzul Qa’dah tahun 1132 H.
  2. Sebagaimana yang termaktub di akhir pembahasan, kitab ini selesai ditulis pada malam ketujuh atau kedelapan bulan Ramadhan tahun 1071 H.
  3. Kitab ini dipersembahkan atau ditulis untuk para murid-muridnya yang hendak berjalan dan mendekat kepada Allah.
  4. Setelah diamati, kitab ini tergolong sebagai kitab tasawuf dasar, karena seluruh isinya menyuguhkan sebuah tutorial/langkah-langkah praktis kepada para pemula yang hendak menempuh perlajanan rohani, sehingga sangat tepat dibaca, dipelajari, dan diamalkan bagi kalangan umum yang hendak mengetahui amaliah praktis para sufi.
  5. Kitab ini berisi 17 pasal atau tema pembahasan seperti: taubat, menjaga hati, berhias dengan amal saleh, sikap kaum sufi terhadap lingkungan, cara mencegah sifat malas dalam melakukan ketaatan, rintangan di perjalanan spiritual (suluk), adab murid terhadap seorang guru, dll.
  6. Kitab ini ditutup dengan pembahasan Sifat-Sifat Murid yang Benar dan di akhir paragraf dilantunkan sebuah untaian doa yang indah dari Imam al-Haddad untuk pembaca kitab ini.
  7. Bagi teman-teman yang hendak mengetahui isi kitab ini silahkan kunjungi di Playlist Bincang Kitab kanal YouTube Nuralwala.
Keberlangsungan Baca Nuralwala dalam menyajikan ajaran Islam yang damai dan mencerahkan sangat bergantung pada kolaborasi bersama pembacanya. Jaringan penulis dan tim kreatif kami mengundang Anda untuk menjadi bagian dari perjalanan ini. Dukungan materiil yang Anda berikan akan dialokasikan sepenuhnya untuk produksi artikel, infografis, dan video berkualitas demi kemaslahatan publik.

Bagaimana perasaan Anda setelah membaca ini?

Yayasan ini terutama bergerak dalam bidang edukasi akhlak dan tasawuf atau dimensi esoteris (batini) Islam, dan sedapat mungkin mempromosikan visi Islam yang berorientasi cinta, sebagai alternatif cara pandang dalam beragama (Islam) yang sejalan dengan budaya keislaman di Indonesia.

Baca Semua Artikel Penulis

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan hitung untuk melanjutkan