Inilah Rahasia Sedikit Bicara

Para wali Allah bila ditanya, apa yang mesti dilakukan agar bisa menyucikan hati, serta ikhlas dan rida atas semua kehendak-Nya? Mereka akan menjawab, “Kurangi bicara yang tidak perlu”. Sebab, banyak bicara akan membuat hati dan pikiran kita menjadi sibuk dan tumpul.

Nabi Adam berpesan kepada keturunannya, “Duhai anak-anakku, ketika Tuhan mengeluarkan aku dari sisi-Nya, Dia memberi amanat kepadaku. Janganlah kamu banyak berbicara, maka kamu pun akan kembali lagi ke sisi-Ku”.

Bukankah Nabi Zakaria ketika menerima karunia-Nya berupa kelahiran Nabi Yahya, diperintahkan untuk diam? (Baca QS. Maryam [19]: 10).

Bukankah Sayyidah Maryam ketika mendapatkan anugerah terbesar, berupa kelahiran manusia suci, Ruhullah Isa Al-Masih diperintahkan juga untuk diam? (Baca QS. Maryam [19]: 26).

Rasulullah saw. juga bersabda: “Siapa yang diam, maka ia selamat” (HR Tirmidzi). Sayyidina Ali juga pernah berkata, “Diam adalah taman berpikir”.

Itulah sebabnya mengapa ulasan tentang fadhilatush-shamt (keutamaan diam) merupakan bab khusus pada kajian akhlak dan tazkiyatun nafs (penyucian hati). Maka, jika kita ingin meraih karunia dan anugerah-Nya yang  terbesar harus menjadikan diam,  dan hanya berbicara yang baik dan perlu saja, sebagai amalan rutin.

Diam akan melatih kita untuk menerima dengan ikhlas dan rida segala hal yang terjadi dalam hidup kita. Rida atas segala sesuatu dari Tuhan bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan, bahkan oleh seorang ahli ibadah sekalipun.

Ini berhubungan dengan pelatihan imajinasi dan daya spiritual seseorang. Imajinasi dan daya spiritual ini bagaikan dua sayap yang akan membawa manusia menuju kepada kesucian dan kesempurnaan. Sedikit bicara termasuk salah satu mujahadah para pencari jalan Tuhan, untuk menyucikan hati dan menaklukkan hawa nafsu kita.

Baca Juga:  Hulul dan Ittihad: Sebuah Catatan

Mujahadah terdiri dari 4 hal penting yaitu kurangi bicara, kurangi makan, kurangi tidur, dan kurangi pergaulan yang tidak perlu. Mujahadah ini bertujuan agar potensi imajinasi dan daya spiritual kita bisa naik lebih tinggi menuju Tuhan Yang Maha Suci.

Rutinitas dan hiruk pikuk kehidupan sehari hari, serta  terlalu banyak bicara, dapat membuat pikiran kurang jernih, menumpulkan imajinasi, dan  menurunkan daya spiritual kita. Dengan sedikit bicara membuat pikiran menjadi lebih jernih dan suci, sehingga lebih cenderung kepada Ruh Suci Tuhan yang ada di hati kita. Wallahualam

0 Shares:
You May Also Like