Belajar Zuhud pada Imam Hasan al-Bashri

Prinsip hidup zuhud itu adalah menolak perbudakan harta benda, tidak rakus kepada kemewahan dan kegemerlapan duniawi. Lahirnya zuhud itu bermula dari gaya hidup Rasulullah saw., kemudian dilanjutkan oleh para sahabat dan dikembangkan oleh para tabi’in, seperti Hasan Al-Bashri.

Hasan al-Bashri merupakan guru sufi besar pada masa awal sejarah Islam. Ia dilahirkan pada tahun 21 H di kota Madinah. Dalam catatan sejarah, dikenal juga sebagai orang alim dengan predikat kesalehannya yang amat teguh dan secara terang-terangan membenci kalangan atas yang bersikap berfoya-foya.

Suatu hari seseorang bertanya kepada Hasan al-Bashri:
“Ya Syekh, apa rahasia ketidakcenderungannya pada nikmat duniawi?”

Dengan tegas, Hasan al-Bashri menjawab:
“Aku ketahui bahwa rezekiku tidak mungkin diambil oleh orang lain. Karena itu, hatiku tenang. Aku ketahui juga bahwa tugasku tidak dapat dikerjakan orang lain, maka aku tekun melaksanakannya. Aku ketahui juga bahwa Allah mengetahui keadaanku, maka aku malu ditemui-Nya dalam kedurhakaan dan aku ketahui bahwa maut menantiku karena itu aku menyiapkan bekal menghadap Allah swt”.

*Sumber, Quraish Shihab, Logika Agama.

Baca Juga:  Dimensi Tasawuf Dalam Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan
46 Shares:
You May Also Like