ARTIKEL

4 Cara Menghilangkan Rasa Malas Mengerjakan Amal Kebajikan Menurut Imam Al-Haddad

Penulis

admin
Desember 20, 2023
2 menit membaca

Menurut Imam Abdullah Al-Haddad perkara hadirnya rasa malas pada seseorang untuk mengerjakan amal kebaikan dan condong untuk mengikuti hawa nafsu itu disebabkan oleh empat hal:

  1. Ketiadaan ilmu. Cara mengatasinya ialah dengan terus menerus belajar mencari ilmu yang bermanfaat.
  2. Iman yang lemah. Untuk meningkatkan kualitas iman seseorang ialah dengan memperbanyak merenungi keajaiban dan kejadian yang ada di langit dan di bumi, serta selalu mengerjakan amal-amal saleh.
  3. Banyak berangan-angan. Menyelesaikan persoalan ini hendaknya seorang banyak mengingat kematian yang bisa datang secara tiba-tiba.
  4. Terbiasa mengkonsumsi makanan yang syubhat (kekurangjelasan tentang sesuatu apakah halal atau haram). Cara menghindarinya ialah dengan menerapkan pola hidup wara’ (menjauhi perkara yang belum jelas setatus hukum halal dan haramnya) dan pastikan hanya mengonsumsi maknan yang halal.

Jika seseorang mengamalkan empat anjuran di atas, Imam Al-Haddad menjamin ia akan terhindar dari kemalasan dan berbegas melakukan amal kebajikan. Selanjutnya Imam Al-Haddad mengatakan bahwa hendaknya setiap orang pada awal langkahnya menjauhi segala yang dilarang oleh agama, menekan/mengontrol hawa nafsunya, dan juga senantiasa melakukan amal-amal kebajikan secara paksa, hingga Allah mengetahui kesungguhannya untuk membersihkan hatinya.

Jika hal itu bisa dilakukan, maka di saat itu Allah akan memberinya kelezatan untuk beribadah dan sekaligus membenci hawa nafsunya. Semua itu terjadi karena bantuan dan karunian Allah Swt kepadanya. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

“Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 69)

Sumber: Disadur dari kitab Al-Nafais Al-‘Uluwiyyah fi Al-Masalah Al-Shufiyyah karya Imam Al-Haddad.

Keberlangsungan Baca Nuralwala dalam menyajikan ajaran Islam yang damai dan mencerahkan sangat bergantung pada kolaborasi bersama pembacanya. Jaringan penulis dan tim kreatif kami mengundang Anda untuk menjadi bagian dari perjalanan ini. Dukungan materiil yang Anda berikan akan dialokasikan sepenuhnya untuk produksi artikel, infografis, dan video berkualitas demi kemaslahatan publik.

Bagaimana perasaan Anda setelah membaca ini?

Yayasan ini terutama bergerak dalam bidang edukasi akhlak dan tasawuf atau dimensi esoteris (batini) Islam, dan sedapat mungkin mempromosikan visi Islam yang berorientasi cinta, sebagai alternatif cara pandang dalam beragama (Islam) yang sejalan dengan budaya keislaman di Indonesia.

Baca Semua Artikel Penulis

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan hitung untuk melanjutkan