ARTIKEL

Apa itu Tasawuf? Penjelasan Mendalam dari Buya Hamka

Penulis

admin
Agustus 13, 2024
2 menit membaca

Buya Hamka adalah ulama, mufasir, cendekiawan, sastrawan, penulis Indonesia, dan pejuang kemerdekaan. Nama aslinya Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Ia dikenal melalui karya-karyanya yang luar biasa dan kontribusinya dalam tasawuf serta reformasi Islam di Indonesia.

Buya Hamka di dalam buku Renungan Tasawuf, menjelaskan secara singkat apa itu tasawuf? Tasawuf berarti membersihkan. Tasawuf mengajarkan kita untuk membersihkan hati dari sifat-sifat tercela seperti khianat, tamak, dengki dll, serta mengisinya dengan akhlak mulia, seperti rasa empati terhadap kesulitan orang lain dan tawadhu’ atau kerendahan hati terhadap sesama.

Dalam ilmu tasawuf ada tiga huruf penting. Huruf “kha” ada titik di muka, yang membentuk istilah takhalli. Kalau “kha” itu titiknya dihilangkan bacaannya menjadi tahalli. Kalau titik itu sudah hilang, lama-lama titik itu tumbuh lagi di bawah: Tajalli. Jadilah takhalli, tahalli, tajalli.

Apa artinya takhalli? Bebaskan dirimu, bersihkan jiwamu dari sifat-sifat tercela. Tahalli: Hapuskan, hilangkan, jadi hapus itu titik. Kalau titik itu betul-betul sudah dihapus yang terletak di ujung sanubarinya, yaitu perangai-perangai yang tercela nanti bacaannya tahalli.

Tahalli: Engkau berhias, engkau jadi bagus, karena yang buruk tak ada lagi. Engkau berusaha siang malam mendidik dirimu untuk itu. Kalau nanti sudah menjadi itu apa jadinya, titik itu tumbuh kembali, tetapi di bawah, lafaznya tajalli: Kelihatan Allah dalam hati. Bukan di mata, tetapi terasa di hati, bahwa Dia ada.

Dari keterangan di atas Buya Hamka menguraikan konsep tasawuf dengan menggunakan tiga tahapan penting:

  1. Takhalli: Membersihkan diri dari sifat tercela.
  2. Tahalli: Menghias diri dengan akhlak yang baik setelah sifat buruk dihilangkan.
  3. Tajalli: Mengalami kehadiran Allah dalam hati setelah proses pembersihan dan perbaikan diri.

Melalui tahapan ini, tasawuf membantu individu untuk mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi.

 

Sumber: Disadur dari buku Renungan Tasawuf karya Buya Hamka.

Keberlangsungan Baca Nuralwala dalam menyajikan ajaran Islam yang damai dan mencerahkan sangat bergantung pada kolaborasi bersama pembacanya. Jaringan penulis dan tim kreatif kami mengundang Anda untuk menjadi bagian dari perjalanan ini. Dukungan materiil yang Anda berikan akan dialokasikan sepenuhnya untuk produksi artikel, infografis, dan video berkualitas demi kemaslahatan publik.

Bagaimana perasaan Anda setelah membaca ini?

Yayasan ini terutama bergerak dalam bidang edukasi akhlak dan tasawuf atau dimensi esoteris (batini) Islam, dan sedapat mungkin mempromosikan visi Islam yang berorientasi cinta, sebagai alternatif cara pandang dalam beragama (Islam) yang sejalan dengan budaya keislaman di Indonesia.

Baca Semua Artikel Penulis

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan hitung untuk melanjutkan