Our Case Work

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligule eget dolor. Aenaen massa, Cum soolis natoque penatibus et magnis dis parturient montes nascetur ridiculus mus

slider1

BRANDING


slider2

BRANDING


slider3

BRANDING


Baca Juga:  Pemikiran Kalam Kontemporer Muhammad Iqbal

Tips Jitu Mengetahui Kekurangan Diri Sendiri Ala Buya Hamka

Imam al-Ghazali berkata, “Apabila Tuhan hendak memperbaiki keadaan hamba-Nya, ia akan diberi petunjuk untuk mengetahui kekurangan diri sendiri, sehingga dia tergerak untuk melakukan upaya mengobatinya dan memperbaikinya”.

Mengetahui kekurangan diri itu lebih sulit daripada mengetahui kekurangan orang lain. Ini disebabkan karena kita terlalu sering memperhatikan orang lain dan amat jarang kita melakukan introspeksi terhadap diri sendiri, padahal para Nabi, kaum sufi, dan para bijak bestari sering sekali mengingatkan kita bahwa memahami diri sendiri itu adalah awal dari semua kebijaksanaan.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa mengetahui kekurangan diri dan bergegas memperbaikinya? Buya Hamka dalam bukunya Lembaga Budi memberikan petunjuk agar kita bisa mengetahui kekurangan diri sendiri yaitu dengan melakukan salah satu dari tips-tips berikut ini:

  1. Carilah seorang guru, pendidik yang berpandangan luas tentang ilmu jiwa dan mengerti cacat yang tersembunyi. Lalu, turuti segala nasihat dan sarannya. Pendeknya carilah guru dan jadilah murid yang setia meskipun kita tahu pula bahwa di zaman sekarang sukar benar mencari guru pendidikan seperti ini.
  2. Carilah sahabat karib yang jujur dan berpandangan luas, lagi beragama. Mintalah kepada sahabat itu menunjuki kita, mana perangai atau perbuatan dan kelakuan kita yang buruk, baik lahir ataupun batin.
  3. Ambil faedah dari cacian dan makian musuh/pembencimu. Karena apabila orang telah benci, dia lekas benar dapat melihat cacat orang yang dibencinya, sebagaimana jika orang sedang jatuh cinta hanya melihat yang baik-baiknya saja.
  4. Bergaul dengan sesama manusia. Pergaulan adalah pendidikan sopan-santun yang baik sekali. Kalau semua manusia meninggalkan perbuatan yang tidak disukai orang, niscaya walaupun tidak ada seseorang ahli pendidik yang mendidiknya, namun dia akan terdidik juga.
Baca Juga:  Internalisasi Nilai Ibadah

Semoga kita semua mampu menemukan kekurangan diri sendiri agar dengan segera memperbaikinya hingga kebijaksanaan selalu menyembul dalam setiap tindak tanduk kita.

Previous Article

Menceritakan Pengalaman Ruhaniah, Apa Bisa?

Next Article

Tiga Kiat Hidup Bahagia dan Damai ala Buya Syakur Yasin

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *