Our Case Work

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligule eget dolor. Aenaen massa, Cum soolis natoque penatibus et magnis dis parturient montes nascetur ridiculus mus

slider1

BRANDING


slider2

BRANDING


slider3

BRANDING


Baca Juga:  Nuralwala Luncurkan Program Ceruk Kita Ruang Asah Asih Pengetahuan

Nuralwala Sukses Gelar Webinar Pendidikan Filsafat Sejak Masa Kanak-Kanak

Selasa malam, 25 Januari 2022 Nuralwala menyelenggarakan kegiatan rutin dwimingguan Ceruk Kita: Ruang Asah Asih Pengetahuan. Di sesi kedelapan Ceruk Kita, Nuralwala kedatangan @zainabzilullah M.Ud., MA kandidat doktor Pemikiran Islam Kontemporer di al-Mustafa International University, Teheran. Ia adalah sosok perempuan hebat yang aktif di perhelatan intelektual, baik skala nasional maupun internasional dan sekarang mendermakan waktunya untuk mengampanyekan filsafat di kalangan milenial lewat media sosial Instagram dan YouTube @zona.nalar . Kegiatan ini dimoderatori oleh @_wanharun —Dai muda Islam Cinta.

Di pertemuan kedelapan Ceruk Kita ini, Wa Ode Zainab mendorong kita semua agar melek pentingnya pendidikan filsafat sejak masa kanak-kanak. Menurutnya, di negara-negara maju lewat lembaga pemerintah, komunitas, lembaga sosial dll sudah terbiasa menanamkan pendidikan filsafat kepada anak. Kenapa ini dilakukan? Karena pendidikan filsafat sangat penting guna mengarahkan anak-anak ‘tuk berpikir kritis, reflektif, mengakar, dan mendalam. Anak-anak pun akan tumbuh menjadi seorang yang mencintai kebenaran—sebagaimana definisi filsafat yaitu cinta kebijaksanaan atau hikmah. Selain itu, agar terhindar dari kesesatan-kesesatan penalaran (fallacy of reasoning). Ujar, kandidat doktor Pemikiran Islam Kontemporer.

Selain itu, ia juga memaparkan dengan lantang bahwa anak-anak itu adalah filsuf alamiah—anak-anak sudah memiliki semacam intuisi filosofis yang sudah ada di dalam dirinya. Jadi, anak-anak adalah seorang filsuf sesungguhnya karena ia mempertanyakan dan mempersoalkan segala sesuatu tanpa batas. Tugas kita sebagai orang tua atau pengajar untuk memfasilitasi daya kritisnya dan menciptakan atmosfer yang kondusif agar dirinya berani mengemukakan pandangan dan pertanyaan.

Di akhir pertemuan banyak dari ibu-ibu, bapak-bapak, dan para pemuda mengajukan pertanyaan yang menukik dan tajam sehingga membuat suasana diskusi makin hangat.

Sampai jumpa di program Ceruk Kita Ruang Asah-Asih Pengetahuan sesi kesembilan. Ikuti terus medsos Nuralwala dan temua kegiatan menarik lainnya. Terima kasih

Baca Juga:  Mahasiswa Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Walisongo Semarang Menyelenggarakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Nuralwala
Previous Article

Nilai-Nilai Agama dalam Kehidupan Bernegara (1)

Next Article

Seni Agar Allah Jatuh Cinta ala Sufi (Bagian 2)

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *