Our Case Work

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligule eget dolor. Aenaen massa, Cum soolis natoque penatibus et magnis dis parturient montes nascetur ridiculus mus

slider1

BRANDING


slider2

BRANDING


slider3

BRANDING


Baca Juga:  Muhasabah: Karunia Jauh Lebih Banyak dari Cobaan-Nya yang Hanya Sesaat

Healing ala Rumi

Dalam dunia kedokteran barat, setiap penyakit disembuhkan melalui obat-obatan. Derita yang dialami pasien ditolak dengan segala upaya agar penyakit terkait tidak lagi terjangkit dalam tubuh. Sementara obat-obat yang diberikan hanyalah untuk meredakan sakit yang diderita. Dimana tidak menyembuhkan penyakit secara tuntas mulai dari penyebab sampai terjangkitnya. Ditambah lagi dunia kedokteran tidak dominan menyatakan bahwa kesehatan ruh sangat mempengaruhi kesehatan jasmani. Oleh karena itu, tidak sedikit penyakit yang sulit disembuhkan. Pada gilirannya derita pasien pun masih saja bersemayam dalam tubuh.

Sehingga dapat diambil dua hal yang belum teratasi oleh dunia kedokteran barat yaitu derita dan kesehatan ruh. Nah dalam dua hal inilah Rumi dapat mengatasi secara efektif. Rumi lebih melihat bahwa penyakit yang diderita itu tidak lepas dari terganggunya ruh dalam individu manusia. Berdasarkan itu Rumi menekankan bahwasanya kesehatan ruh adalah yang utama daripada kesehatan jasmani. Bahkan Maulana mengatakan derita atau luka adalah suatu anugerah, di mana dalam salah satu bait puisi beliau dinyatakah bahwa, “Luka derita adalah jendela masuknya cahaya ilahi”.

Bagi Maulana derita itu bukan ditolak atau dihindari, tapi hendaknya diterima dengan ikhlas. Karena mau tidak mau, suka tidak suka derita juga manusia itu sendiri yang membuatnya. Jadikan derita iti sebagai ketetapan Tuhan sebagai sarana agar menjadi ikhlas. Dengan demikian manusia dapat beprasangka positif terhadap Rabb, karena sesungguhnya Dia Maha Baik yang tidak mungkin ada keburukan atas-Nya.

Dari sinilah  seharusnya manusia menata kembali ruh yang telah terluka tersebut. Ditutupi lagi lobang-lobang luka yang ada dengan mujahadah dan riyadhah. Sehingga menjadikan kesempatan ini sebagai wahana mendekati diri kepada Tuhan.  Berserah total kepada-Nya untuk mencapai mukhlisin. Karena orang ikhlaslah yang akan mendapatkan kejernihan jiwa yang terbebas dari niat, fikiran dan tindakan negatif. Pada akhirnya orang yang mengalami derita ini akan mendapatkan healing yang sejati.

Baca Juga:  Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah Part 1 - Ilmu yang Membawa Kehancuran: Refleksi dari Imam Al-Ghazali

Begitulah healing ala Rumi, justru melalui derita manusia akan mendapatkan kesehatan secara utuh baik jasmani dan ruhani.

Previous Article

Membangun Kesadaran Ekoteologis Melalui Penghayatan Makna Shalat ala Ibn ‘Arabī

Next Article

Insān Kāmil dan Walāyah menurut Ibn ‘Arabī dan Ibn Taymiyyah

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *