Our Case Work

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligule eget dolor. Aenaen massa, Cum soolis natoque penatibus et magnis dis parturient montes nascetur ridiculus mus

slider1

BRANDING


slider2

BRANDING


slider3

BRANDING


Baca Juga:  Politik sebagai Jalan Kebahagiaan Perspektif Al-Farabi

CARA MELEMBUTKAN HATI

Dalam Kelas Sastra Sufi: Syams Tabrizi yang diselenggarakan oleh Nuralwala: Pusat Kajian Akhlak dan Tasawuf ada yang bertanya kepada saya, bagaimana caranya menumbuhkan kelembutan hati, agar bisa memahami sastra sakral sufi?

Aku menjawab, “Berusahalah untuk menjadi penawar hati mereka yang terluka, hatimu akan lembut dan bicaramu santun, serta mencintai mereka. Mereka adalah anak-anak yatim, piatu, orang-orang miskin, yang sakit, kehausan dan yang buta”.

Rasulullah bersabda, “Seseorang laki-laki mendatangi Nabi saw. mengadukan hatinya yang keras. Lalu Nabi bertanya: apakah kamu senang hatimu menjadi lembut dan kamu menggapai semua hajatmu? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya dan berilah ia makan dari apa yang kamu makan, maka hatimu akan lembut dan kamu bisa menggapai hajatmu”.

Selain itu adalah sering mengingat kematian. Nabi saw. Bersabda, "Sering-seringlah mengingat hilangnya kenikmatan duniawi". Yakni kematian.

Para Nabi dan para sufi adalah orang-orang yang berhati lembut dan penyayang. Hari-hari mereka dilalui bersama orang-orang yang hatinya luka, yang termarjinalkan, dihinakan, direndahkan manusia.

Maulana Rumi mengatakan:

“Cintalah yang membuat besi jadi lentur

Ialah yang menghancurkan batu,

Ialah yang membangunkan kematian

Ialah yang menggerakkan kehidupan”.

Baca Juga:  Politik sebagai Jalan Kebahagiaan Perspektif Al-Farabi
Previous Article

Semua Hukuman Allah itu Bersumber dari Ihsan-Nya. Semua Hukum Fikih itu (Harusnya Juga): Ihsan! (2)

Next Article

Rasionalitas Mistik, Relung Khudi Insan, dan Gerak Sentripetal

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *