ARTIKEL

Kontekstualisasi sebagai Keniscayaan

Oktober 28, 2026
2 menit membaca

Saya selalu ingin menyampaikan bahwa teks apapun hadir untuk merespon kasus-kasus dan peristiwa-peristiwa kehidupan manusia yang hidup dalam tradisi dan kebudayaan di mana teks-teks tersebut dihadirkan. Dan kebudayaan itu berkembang, berubah dan beragam. Ini adalah keniscaya sejarah kehidupan. Tak ada seorangpun bisa menghentikannya. Gerak sejarah tak bisa dilawan. Diam akan ditinggalkan lalu mati

Pandangan ini agaknya ingin mengatakan bahwa realitas sosial adalah sesuatu yang nyata, bersifat pasti dan selalu berubah dan berganti, sementara teks adalah diam, hipotesis dan memungkinkan untuk dianalisis oleh akal pikiran.

Mempertahankan pembacaan tekstual untuk seluruh ruang sosial dan seluruh zaman akan bisa menjadikan teks tersebut gagal memenuhi tujuan-tujuan moralnya. Yakni keadilan.

Konservatisme dengan begitu tidak selalu memecahkan masalah. Lebih jauh adalah sangat mungkin bahwa konservatisme tekstual tersebut bisa mengakibatkan teks-teks tersebut teralienasi dari proses perubahan zaman.

Memahami teks-teks hanya dengan memperhatikan makna literalnya tanpa memperhatikan konteks sosial dan budaya yang berkembang sangat mungkin tidak relevan dengan kehidupan yang berjalan dan dengan begitu tidak membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Hal ini hanya dapat dihindari melalui pembacaan teks secara kontekstual, dan tidak semata-mata pendekatan intertekstualitas.

Saya juga mengatakan mengutip pandangan Imam al-Qarafi:

فمهما تجدد فى العرف اعتبره ومهما سقطت أسقطه ولا تجمد على المسطور فى الكتب طول عمرك 

“Manakala ada tradisi baru ambillah. Manakala tradisi lama sudah tidak relevan, buanglah. Jangan terpaku terus pada apa yang tertulis dalam kitab-kitabmu selama-lamanya.”

تغير الاحكام بتغير الاحوال والازمان والا مكنة والعواءد

“Hukum-hukum dapat berubah karena berubahnya keadaan, zaman, tempat, dan kebiasaan (adat).”

Keberlangsungan Baca Nuralwala dalam menyajikan ajaran Islam yang damai dan mencerahkan sangat bergantung pada kolaborasi bersama pembacanya. Jaringan penulis dan tim kreatif kami mengundang Anda untuk menjadi bagian dari perjalanan ini. Dukungan materiil yang Anda berikan akan dialokasikan sepenuhnya untuk produksi artikel, infografis, dan video berkualitas demi kemaslahatan publik.

Bagaimana perasaan Anda setelah membaca ini?

Pembina Nuralwala dan Pengasuh Pondok Pesantren Dar at-Tauhid, Cirebon

Baca Semua Artikel Penulis

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan hitung untuk melanjutkan