Our Case Work

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligule eget dolor. Aenaen massa, Cum soolis natoque penatibus et magnis dis parturient montes nascetur ridiculus mus

slider1

BRANDING


slider2

BRANDING


slider3

BRANDING


Baca Juga:  Seni Agar Allah Jatuh Cinta ala Sufi (Bagian 3)

Mengenal Syekh Abdullah al-Anshari: Penulis Kitab Manazil as-Sa’irin

Mengenal Syekh Abdullah al-Anshari: Penulis Kitab Manazil as-Sa’irin

Nama lengkap penulis kitab Manazil as-Sa’irin adalah ‘Abdullah bin Muhammad bin Ali Muhammad bin Ahmad bin Ali bin Ja’far bin Manshur bin Matt al-Anshari al-Harawi. Ia lebih dikenal sebagai Syekh Abdullah al-Anshari atau Khwajah Abdullah al-Anshari. Dilahirkan pada hari Jum’at tanggal 2 Sya’ban 396 H. Ayahnya Bernama Abu Isma’il Muhammad bin Ali merupakan seorang qari’ Al-Qur’an dan dikenal sebagai orang bijak serta pengamal ajaran tasawuf. Syekh Abdullah al-Anshari memiliki anak bernama Abdul Hadi dan Jabir. Menurut catatan, putranya, Abdul Hadi dibunuh oleh sekte Bathiniyyah sekitar tahun 490 H.

Syekh Abdullah al-Anshari merupakan salah seorang guru sufi yang menguasai ilmu tafsir, hadis, dan ahli syair. Kesenangannya dengan Al-Qur’an dibuktikan di umur 14 tahun ia telah menjadi hafiz Al-Qur’an. Ia belajar Al-Qur’an dan tafsirnya kepada Syekh Yahya bin Ammar, mendalami hadis kepada Syekh ‘Abdul Jabbar bin al-Jarrah al-Marzibani, dan belajar tasawuf kepada Syekh Abu Sa’id Abu al-Khayr dan Abu Hasan al-Harqani.

Sebagai seorang guru besar dalam kajian keislaman Syekh Abdullah al-Anshari memiliki murid-murid yang cermelang dan mewarisi pemikiran dan perjuangannya di antaranya: Husain bin Muhammad bin Ali al-Katbi, Hambal bin Ali al-Bukhari, Abdullah bin Ahmad bin as-Samarqandi, Nash bin Sayyar dll.

Selain mewarisi murid-murid yang berkualitas, ia juga mewarisi segudang pengetahuan yang melimpah kepada generasi selanjutnya. Alhamdulillah, Syekh al-Anshari di antara salah satu sufi yang gemar menulis hingga kita yang berjarak ribuan tahun dengannya bisa menikmati percikan pengetahuannya yang luar biasa, di antara karya-karyanya ialah:

  1. Manazil as-Sa’irin, mengulas maqamat atau stasiun-stasiun spiritual menuju Allah. Kitab ini terdiri dari 100 maqam spiritual. Setiap maqam tersebut dijelaskan/disandarkan dengan ayat Al-Qur’an.
  2. Kasyf al-Asrar wa ‘Uddah al-Abrar merupakan kitab tafsir sufi yang disusun oleh Imam Ahmad Maybadi yang disandarkan pada pelajaran Syekh Abdullah al-Anshari dan ditambah dengan terjemahan tekstual dan penjelasan ‘irfani dari Syekh Abdullah al-Anshari.
  3. Al-Mukhtashar fi Adab ash-Shufiyyah wa as-Salikin li Thariq al-Haqq adalah kitab yang berisi ringkasan berupa adab-adab dan panduan tasawuf praktis yang harus diamalkan bagi orang yang hendak menuju kepada Allah.
  4. Dan masih banyak lagi buku-buku yang ditulis oleh Syekh Abdullah al-Anshari baik dalam bahasa Arab maupun Persia. Para peneliti menemukan Syekh Abdullah al-Anshari mewariskan kepada kita semua sebanyak 38 kitab.
Baca Juga:  Ahlulkitab dalam Islam (3): Status di Hari Kemudian

Previous Article

Islam Agama Cinta

Next Article

<strong>Suluk Makrifat ala Al-Ghazali</strong>

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *