POPULER

PANDANGAN-DUNIA AGAMA DAN TUHAN YANG TOTALITARIANISTIK

Penulis

Haidar Bagir
Oktober 6, 2020
2 menit membaca

Oleh: Haidar Bagir

Pengasuh Nuralwala: Pusat Kajian Akhlak dan Tasawuf

Pandangan-dunia agama memang khas sejak awalnya. Agama menempatkan manusia sebagai makhluk yang tak self sufficient (mandiri), melainkan butuh pada yang lain: pada sesamanya dan pada banyak hal dalam lingkungan hidupnya. Dia pada puncaknya butuh kepada Tuhan sebagai sumber limpahan ilham/ilmu  dan apa saja yang dia butuhkan untuk kesejahteraan hidupnya.

Saat manusia masih di alam rohani pra-bumi—yakni di alam yang kadang disebut sebagai alam alastu—dia sudah diminta persaksian oleh Tuhan: “Bukankah Aku (alas-Tu) Pencipta dan Pemeliharamu?” Manusia menjawab: “Betul, kami bersaksi” (QS. Al-A’raf [7]: 172). Jadi, memamng keyakinan akan ketergantungan manusia kepada Sang Sumber itu adalah elemen asasi pandangan-dunia agama.

Lalu, Tuhan seolah menuntut kesetiaan kita kepada Diri dan aturan-Nya. Secara totalitarianistik, tanpa kita boleh menentangnya sedikit pun. Tapi, bukankah Tuhan tak butuh apa-apa? Maka, “paksaan” Tuhan itu pada hakikatnya mestilah cuma untuk kepentingan/kebaikan alam  dan seluruh isinya. Tak lain, tak bukan.

Artinya? Bukan saja, seperti kata Habib Ali al-Jufri, kemanusiaan (harus ditempatkan) sebelum keberagamaan, tapi kemanusiaan adalah keberagamaan itu sendiri. Tiada keberagamaan kecuali berorientasi kemanusiaan. Dengan kata lain, tak ada keberagamaan kecuali untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia. Kesejahteraan seluruh penghuni alam semesta selebihnya juga. Bukankah Allah Swt. sendiri memfirmankan: “Dan tak Ku-utus engkau (Muhammad) (dengan membawa ajaran agama) kecuali untuk (menebarkan) rahmat bagi seluruh alam semesta?”(QS. Al-Anbiya’ [21]:107).

Hanya dengan cara pandang seperti ini agama bisa kita lihat secara positif. Yakni sebagai bagian dari kesempurnaan hidup manusia dan semua makhluk di muka bumi. Bahkan bagi kesempurnaannya dalam karier kehidupan mereka paska kehidupan di muka bumi ini.

Keberlangsungan Baca Nuralwala dalam menyajikan ajaran Islam yang damai dan mencerahkan sangat bergantung pada kolaborasi bersama pembacanya. Jaringan penulis dan tim kreatif kami mengundang Anda untuk menjadi bagian dari perjalanan ini. Dukungan materiil yang Anda berikan akan dialokasikan sepenuhnya untuk produksi artikel, infografis, dan video berkualitas demi kemaslahatan publik.

Bagaimana perasaan Anda setelah membaca ini?

Penulis belum menambahkan bio / deskripsi profil pada pengaturan akunnya.

Baca Semua Artikel Penulis

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan hitung untuk melanjutkan