Our Case Work

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligule eget dolor. Aenaen massa, Cum soolis natoque penatibus et magnis dis parturient montes nascetur ridiculus mus

slider1

BRANDING


slider2

BRANDING


slider3

BRANDING


Baca Juga:  Soal Yasinan dan Malam Jumat

Mengenal Ciri-Ciri Sufi Sejati Menurut Habib Umar Al-Hafizh

Tidak sedikit umat muslim akhir-akhir ini—mungkin juga sejak dulu—begitu cepat mempercayai setiap kejadian di luar nalar itu sebagai bentuk dari karamah. Sehingga, orang yang memiliki kekuatan dan kelebihan yang di luar dari biasanya dengan sergap masyarakat memberi predikat wali atau sufi. Padahal, belum tentu orang yang bisa terbang, berjalan di atas air, menyembuhkan beragam penyakit adalah para sufi atau kekasih Allah. Yang parah lagi, orang yang meyakini kekeramatannya—terutama masyarakat awam—akan mengikuti ke mana pun orang tersebut melangkah. Mereka dengan percaya diri, pasrah, dan sangat patuh memenuhi segala permintaannya. Sampai di sini, penting kiranya kita mengetahui ihwal karakteristik sang sufi sejati. Sehingga, tidak tertipu oleh orang-orang yang hanya bergelagat sufi itu. Di dalam buku Mahiya Al-Tasawwuf wa Simatu Ahlihi karya Habib Umar al-Hafizh diurai secara rinci, singkat, dan padat prihal 10 ciri-ciri sufi hakiki yaitu:
  1. Memiliki pengetahuan tentang Al-Qur’an dan Sunnah
  2. Konsen terhadap perkara hati, sifat-sifatnya, perbuatannya, mempercantik hati karena Allah, sebab hati adalah tempat pandangan-Nya
  3. Beramal dengan Ikhlas
  4. Mempunyai kesungguhan dan tekat yang kuat lahir dan batin dalam melakukan sesuatu
  5. Memiliki sifat kerendahan hati
  6. Mengakui keutamaan orang lain dan menjauhkan diri dari kedengkian
  7. Banyak mengingat Allah
  8. Penjelasan yang lugas dan menjauhi perdebatan, kecuali dengan cara dan tujuan yang baik.
  9. Membalas keburukan dan kebaikan, berusaha memberi manfaat kepada sesama, dan mengusahakan kebaikan bagi mereka.
  10. Rasa cinta dan selalu memperioritas Allah di banding selain-Nya
Sumber: Buku Mahiya Al-Tasawwuf wa Simatu Ahlihi karya Habib Umar al-Hafizh.
Baca Juga:  Tasawuf dan Proyek Transformasi Sosial ala Kuntowijoyo
Previous Article

Meninjau Ulang Ajaran Zuhud dalam Sufisme Perspektif Jalaluddin Rakhmat

Next Article

Renungan Haji Perspektif Spiritual

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *