Our Case Work

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligule eget dolor. Aenaen massa, Cum soolis natoque penatibus et magnis dis parturient montes nascetur ridiculus mus

slider1

BRANDING


slider2

BRANDING


slider3

BRANDING


Baca Juga:  BAGAI DAUN-DAUN KERING DITERBANGKAN ANGIN DI MAKKAH DAN MADINAH (5)

Berfilsafatlah

Adakalanya kehidupan tidak berjalan baik-baik saja. Menghadapi rintangan, tantangan yang harus diselesaikan sampai mendapatkan jalan keluar. Namun, tidak jarang kita sulit mendapatkan metode dalam penyelesaiannya. Kemudian permasalahan akan menghantui karena tidak tahu harus bagaimana lagi. Lalu kita menuduh bahwa permasalahan ini berasal dari faktor eksternal. Sehingga menimbulkan rasa emosi amarah kepada sekeliling kita yang tidak terkendali.

Pada saat inilah kita membutuhkan suatu cara untuk melihat permasalahan-permasalahan tersebut secara holistik. Bisa mendeteksi akar dari masalah sampai mendapatkan kunci jawabannya. Dalam hal ini filsafat sebagai ilmu yang selalu mencari kebijakan suatu kebenaran. Nampaknya bisa menjadi metode untuk menyelesaikan permasalahan hidup. Ditambah lagi konsep filsafat tidaklah bertentangan dengan agama. Bahkan filsafat juga banyak diaplikasikan oleh para ulama sufi dalam memperdalam keyakinan keagamaannya.

Lalu, bagaimana filsafat mampu menyelesaikan permasalahan? Dalam filsafat terdapat tiga langkah dasar yaitu ontologi (wujud), epistemologi (sumber, metode, dan batas-batas pengetahuan) dan axiologi (nilai). Sebagai contoh ketika menghadapi kegalauan anak-anak Gen Z. Maka mulai apakah ada wujud kegalauan yang dihadapi. Jika ada lalu lanjutkan deteksi penyebab kegalauan sampai bisa terjadi secara sistematis. Kemudian cari tahu apakah ada nilai-nilai baik yang positif maupun negatif. Setelah itu kita lakukan pemetaan (mapping) sebagai berikut.

Bila pada tahap ontologi ditemukan kecewa yang sangat dalam. Artinya ini sudah masuk dalam masalah yang serius. Yang tidak boleh diabaikan bagi para penderita kegalauan ini. Dari epistemologi juga ditemukan penyebab kegalauan. Yaitu secara internal timbul dari dirinya yang  kurang terbuka dan dari eksternal karena lingkungan pertemanan yang rendah dalam inteleketual. Adapun dengan aksiologi didapat nilai negatif  antara lain kemalasan, apatis dan keputus asaan. Adapun nilai positif yang didapat adalah  hikmah dari pengalaman tersebut memberikan pelajaran. Sehingga bisa menjadi bekal dalam perbaikan kehidupan kedepan.

Baca Juga:  Semua Hal tentang Tuhan adalah Mutlak

Dengan demikian, filsafat dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Dimana efektif dan efisien  dari aplikasi filsafat sangatlah bermanfaat bagi manusia. Oleh karena itu, berfilsafatlah sehingga kita bisa antisipasi semua halangan, rintangan kehidupan.

Previous Article

Memaknai Doa Secara Aktif

Next Article

Doakan Orang yang Membencimu!

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *