ARTIKEL

Sekilas tentang Imam Syadzili

Penulis

admin
Juli 13, 2021
2 menit membaca
  1. Nama Imam Asy-Syadzili (1197-1258 M) adalah Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar bin Yusuf Abu Hasan al-Hudzali asy-Syadzili dan kalau ditelusuri nasabnya tersambung sampai ke Imam Hasan bin Fatimah binti Rasulullah saw. Beliau adalah peletak dasar Tarekat Syadziliyyah—tarekat yang dianut oleh Ibnu Atha’illah As-Sakandari penulis kitab Al-Hikam—salah satu tarekat terbesar di dunia juga di Nusantara.
  2. Meskipun kondisinya tunanetra ia menyibukkan hari-harinya dengan menggali khazanah Islam, belajar dari satu tempat ke tempat lain sampai ia benar-benar menguasainya dengan baik. Kesungguhannya dalam menapaki lautan ilmu membuat ia menjadi tokoh besar, ahli hikmah, dan memperoleh kedudukan yang tinggi di sisi Allah swt,
  3. Kata Asy-Syadziliyyah merupakan penisbatan kepada suatu daerah yang bernama Syadzilah, yaitu sebuah desa yang terletak di Afrika.
  4. Ia mendownload pengetahuan (berguru) dari Syaikh Abi Said al-Baji, Syaikh Abdus Salam Ibnu Masyisy. Dan ia transfer pengetahuannya kepada murid-muridnya seperti Ibn Shalah, Izzuddin bin ‘Abdus Salam, Ibnu Daqiq, Nabiuddin bin Auf, Ibn Yasin, Muhyiddin bin Suraqah, dsb.
  5. Hizb Bahr dan Hizb Nashar merupakan hizb yang diisbatkan kepadanya serta hizb yang banyak diamalkan oleh para pegikut Tarekat Syadziliyyah maupun oleh umat Muslim pada umumnya.
  6. Memiliki puluhan kitab di antaranya: As-Sirru al-Jalil fi Khawasi Hasbunallah wa Ni’ma al-Wakil, Durratul Asrar, Al-Amin: fi Adabi at-Tashawwuf Rutbatuha ala Abwabih, Majmu’atul Ahzab (kumpulan wirid) dsb.

Keberlangsungan Baca Nuralwala dalam menyajikan ajaran Islam yang damai dan mencerahkan sangat bergantung pada kolaborasi bersama pembacanya. Jaringan penulis dan tim kreatif kami mengundang Anda untuk menjadi bagian dari perjalanan ini. Dukungan materiil yang Anda berikan akan dialokasikan sepenuhnya untuk produksi artikel, infografis, dan video berkualitas demi kemaslahatan publik.

Bagaimana perasaan Anda setelah membaca ini?

Yayasan ini terutama bergerak dalam bidang edukasi akhlak dan tasawuf atau dimensi esoteris (batini) Islam, dan sedapat mungkin mempromosikan visi Islam yang berorientasi cinta, sebagai alternatif cara pandang dalam beragama (Islam) yang sejalan dengan budaya keislaman di Indonesia.

Baca Semua Artikel Penulis

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan hitung untuk melanjutkan